karena pengen nulis…

July 11, 2007

No Comment-nya Ifi

Filed under: Bocah

Suatu pagi:

Ifi, dari mana?

Hhhm… *ekspresi cuwek*

Udah mandi belum?

*geleng-geleng*

Mau ke mana, sih? 

Mmmmh! *kesel, tapi tetep sadar kamera*

"Bawa apaan itu?"

*sibuk ngunyah kelinci…*

nyam.. nyam.. enakan pas jadi sate!

March 1, 2007

Keberuntungan Masa Kecil

Filed under: Asal Muasal, Bocah

Saya selalu merasa sebagai orang yang beruntung. Tentu jelas, ini bukan berarti tidak ada kemalangan dalam hidup saya. Hanya saja –entah mengapa, tetap saya merasa bahwa kemalangan adalah belum beruntungnya saya. Persis seperti kupon undian yang dikerik dengan uang logam: “anda belum beruntung”. Jadi, tetap saya GR berkelanjutan. Merasa selalu masih beruntung dalam hidup. Tapi untuk kupon undian, saya tidak pernah berminat untuk mencoba yang ketiga kali. Cuma sampai dua, boleh lah. Hihihi…

Salah satu keberuntungan yang saya ingat: masa kecil yang menyenangkan. Punya banyak sahabat, teman bermain, rumah dan halaman yang luas. Dengan minimnya tayangan TV, hari-hari semasa SD kami habiskan dengan bermain di luar rumah. Main dineboy, slodor, asinan dan ajakan tutup. Maaf, itu semua perbendaharaan kata dari daerah. Di Jakarta mungkin dulu dikenal dengan permainan boy, gobak sodor, engklek dan petak umpet. Buat tubuh-tubuh kecil kami, halaman rumah cukup luas untuk berlari hingga terengah-engah. Lalu menjerit dan tertawa sekeras-kerasnya, ketika tempat persembunyian ditemukan oleh lawan main. Bosan bermain di halaman, ada jalan-jalan sepi yang mulus beraspal, cukup aman untuk dilalui dengan bersepatu roda. Kami hanya masuk ke rumah untuk menonton Si Unyil (itu pun belum sampai pada episode Ableh).

Ketika kami mulai membaca Sapta Siaga dan Lima Sekawan, lagi-lagi sarana bermain dan berkhayal tersedia. Mau ‘mendaki gunung’, ada bukit-bukit kecil di belakang rumah. Ingin mencoba ‘kereta salju’, tinggal mencari kardus bekas dan kemudian meluncur dari puncak bukit yang paling tinggi. Semak, pohon, alang-alang, juga gua-gua kecil bukan hal yang asing bagi kami. Bahkan di sekitar rumah masa kecil saya yang keempat, ada aliran sungai kecil yang bisa ‘dijelajahi’ sambil berkhayal, bahwa kami sedang di Pulau Kirrin, milik Georgina. Rengekan kami pada para orang tua waktu itu adalah: tenda, tikar, senter besar (agar terlihat keren!) dan peta langit (yang ini dibeli di Planetarium Jakarta). Untuk berkemah dan menikmati malam hari libur, di halaman sendiri. :)

Ingin rasanya menyaksikan anak-anak saya nanti bisa mencecap pengalaman masa kecil yang serupa. Dengan kesempatan untuk berlari sekuat-kuatnya, menghirup nafas dalam, memenuhi paru-paru dengan udara yang masih segar. Melihat Jakarta saat ini, mungkin hanya sesekali tentu saja. Eh, masih muluk juga ya?

(terima kasih buat Emaknya HaHa, yang memunculkan photo-photo di atas beserta online tutorialnya)

Cepatu Capa Ya?

Filed under: Bocah

cepatu cipaaaa

Tiba-tiba saja saya kangen. Dengan pemilik sepasang sepatu ini. Penikmat Silver Queen Chunky yang selalu membuang butiran kacang di dalamnya. Oh, ya.. dia sudah bisa memilih sendiri baju yang disukai, suatu hari di sebuah pasar di Medan. Warnanya pink, bergambar Strawberry Shortcake.

October 17, 2006

Penutup Hari

Filed under: Bocah, CurHat

Ini tulisan yang gagal di-upload kemarin malam, karena koneksi internet yang sangat dodol:

Semalam, hari saya ditutup dengan kiriman gambar dari Hanan. Waaaaa… senangnya! :D Walaupun agak sedih juga, tidak jadi bersua lebaran nanti. Dia sedang sakit. Huhuhu… :( Cepat sembuh, ya Mbak Hanan.. semoga Adek Haifa tidak perlu ikut ketularan. Eh.. barusan Tante Ades ketemu anak ini di jalan. 

kena cacar air...  

Ah, jadi inget Hanan lagi. Dan Haifa juga, tentunya… Bocah-bocah pencuri hati. Kalian baik-baik, ya.. emoticon

August 27, 2006

Anakku 2

Filed under: Bocah

Nak,

Ibumu kangen lagi… :(

August 22, 2006

Agustusan, nih!

Ada tayangan berita ringan dari salah satu stasiun TV swasta siang tadi, tentang perayaan 17 Agustus. Di sebuah desa di Kabupaten Jember (mudah-mudahan tidak salah kebet), diselenggarakan perlombaan tertawa. Dalam hitungan tertentu, mereka diminta untuk tertawa terus, hingga batas waktu yang ditetapkan dimana ia harus berhenti. Bila saat harus tertawa seseorang tidak bisa tertawa atau sebaliknya saat harus diam ia justru tertawa, panitia akan mendiskualifikasi. Begitu seterusnya, berulangkali. Pesertanya beragam, dari yang remaja hingga lansia. Tampak di layar TV seorang kakek tak bergigi yang begitu sumringah mengikuti lomba tersebut. Menurut Pak Lurah setempat, lomba tersebut sengaja diselenggarakan untuk menghibur dan mengurangi tekanan yang mungkin belakangan ini banyak dirasakan warga, dalam kehidupan sehari-hari.

Memang benar, bisa dikatakan penyelenggaraan lomba sukses. Hampir semua orang (tidak bisa tidak) ikut pula tertawa. Seorang nenek yang menjadi peserta tidak bisa menahan tawanya saat panitia memberi aba-aba untuk diam. Spontan, seluruh yang menyaksikan tidak bisa menahan untuk ikut tertawa. Sangat menular! Dan sangat menyenangkan melihat banyak orang tertawa demikian lepasnya. Untuk sejenak, syaraf-syaraf yang rileks membuat beban hidup bisa terlupakan. Menarik, lomba ini sangat menghibur dan tidak membutuhkan peralatan atau persiapan yang rumit. Bisa dinikmati oleh semua orang.

Akan halnya di lingkungan saya, tentu dong… ada perayaan dan aneka lomba juga. Antara lain, lomba makan kerupuk anak-anak yang standar, lomba mencari permen di dalam tepung, hingga gaple, panjat pinang untuk orang dewasa. Senang melihat banyak orang merasa senang, menikmati kegiatan yang dilakukan. Senang menyaksikan interaksi yang positif antar individu, semangat untuk bermain dan memeriahkan suasana. Andai saja lebih banyak hari seperti itu…

August 20, 2006

My Lil Doctor

Filed under: Bocah

Ini dia… salah satu keponakan favorit saya. Abib namanya. Liat deh gayanya… tau kan, kenapa dia bisa jadi favorit?

disuntik dulu,

dikasih obat meraaah..

diperban,

trus, dilem deh! slesaiii…. emoticon

August 15, 2006

Anakku

Filed under: Bocah

bidadari mungil yang sempat dititipkan dalam rahimku

kembali ke Sang Khalik

sungguhpun teramat ingin Ibu memeluk, Nak..

ikhlasku mengingatmu pulang

ke dekapan surga






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

b i s m i l l a h . . .
Daisypath PicDaisypath Ticker