?
aku hanyut
pusaran yang sama menyerap energiku
begitu bertenaga
menghempas
hingga kumerasa hilang
tersisa ampas ragaku
kerontang
jangan tunggu jawaban akurat
karena aku tak menalar
jangan harap kalimat-kalimat indah
karena aku tak lagi merasa
ya, itu senyumku
masih kau lihat, bukan?
cermatilah
lebih, lebih seksama
menyerupai senyumku, memang!
aku tak di situ
semilir angin telah mengajakku
menemui semerbak musim bunga
yang hangatnya merangkulku erat
membiarkan aku mencipta tarian gemulai penuh rasa
untuk para peri bergaun kemilau pelangi
yang menumbuhkan keberartianku
di sana aku benar tersenyum…



Puisi loe indah banget.. jadi terharu..
Comment by -may- — April 27, 2007 @ 9:58 pm
Sumpe lo, May… yg bener aja. Ada juga gw lagi sumpek karena bosen sama tugas rutin dan padat. Sempet sakit, trus nyoba muntahin lewat tulisan panjang malah belum2 berhasil rampung. Ada juga malah nulis ni puisi sambil tiduran n kesakitan, 5 menit. Hihihi…
Comment by adesmurf — April 27, 2007 @ 11:20 pm