Telaga Biru
Jalan-jalan akhir minggu hanya berbekal kamera HP. Aiiih… tak sedap rupanya. Banyak detil cantik tak terekam. Beruntung, teman-teman seperjalanan menyenangkan. Tiga bulan lagi, kita jelajahi tempat lain ya…
Jalan-jalan akhir minggu hanya berbekal kamera HP. Aiiih… tak sedap rupanya. Banyak detil cantik tak terekam. Beruntung, teman-teman seperjalanan menyenangkan. Tiga bulan lagi, kita jelajahi tempat lain ya…
Kenapa, Des?
Iya, hampir 3 bulan saya absen menulis. Agak bohong juga kalau dikatakan tidak ada alasan khusus. Tidak sengaja malas menulis, eh.. keterusan. Ini baru mengupayakan untuk tidak keterusan malas.
Versi jujurnya, adalah awal November 2006 kemarin. Mau tidak mau saya kerap mengingat hari-hari dimana dokter memperkirakan putri pertama kami akan lahir. Sesuatu yang tidak pernah terjadi, ternyata. Ada rasa pahit. Perih. Seorang teman pernah berbagi pengalaman yang hampir serupa. Membaca ceritanya, saya merasa tidak sendiri.
Aleia Priyanka Istanto. Itu nama yang saya siapkan untuknya. Namun nama cantik itu baru ada dalam kepala saya. Ketika ia harus meninggal dalam usianya yang baru sekitar 5 bulan dalam kandungan, nama itu tidak bisa diberikan. Saya koma sepuluh hari.
Sudah hampir 7 bulan sejak peristiwa itu terjadi. Saya masih harus lebih banyak belajar. Bagaimana untuk tidak mengeluh, tidak menengok ke belakang, menjalani dan mensyukuri saja apa yang ada. Sampai detik ini proses belajar masih berlanjut. Doakan, ya…
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham