karena pengen nulis…

October 26, 2006

Aki Uju

Perpanjangan jatah umur membawa saya untuk kembali bisa berlebaran bersama keluarga, dan keluarga besar. Alhamdulillah… nikmat sekali bertemu dengan banyak saudara dan sanak keluarga. Sebagian besar dari mereka adalah yang meratapi dan mendoakan kesembuhan, saat saya melayang entah kemana, tidak sadarkan diri selama sekitar 10 hari di ruang ICU. Perjumpaan kemarin, saat lebaran banyak membawa keharuan tersendiri. Salah satu yang paling berkesan buat saya (dan suami) adalah pertemuan kembali dan pelukan hangat dari Aki Uju, demikian kami memanggil beliau. Seorang kakek buat saya, setelah kedua kakek saya meninggal dunia. Beliau adalah kakak kandung dari kakek saya, dari pihak Ibu. Usianya, wah… lupa persis. Tapi sekitar 90-an pastinya.

Beliau sangat taat beribadah, selalu menunggu kedatangan adzan dengan takzim. Dzikir tidak pernah putus dari mulutnya. Memang, dengan tubuh yang sudah mulai menua tidak banyak kegiatan fisik yang bisa dilakukannya. Tapi ada beberapa hal yang bisa dibilang ‘keajaiban’ dari dirinya. Salah satunya adalah, beliau masih bisa pulang pergi sendiri, mengunjungi banyak keluarga yang tersebar di beberapa kota. Naik bus. Iya, kendaraan umum! Saya tidak habis pikir, bagaimana beliau bisa tiba-tiba sampai di suatu tempat. Berbicara saja lebih banyak dalam Bahasa Sunda, dengan artikulasi yang sudah tidak terlalu jelas buat kebanyakan orang. Sering saya membayangkan, wah.. pasti beliau ditarik-tarik oleh beberapa kenek omprengan yang tidak berperikemanulaan, didorong-dorong, berpeluh menunggu penumpang hingga penuh. Sering sedih membayangkannya, tapi buat Aki semua hal itu biasa saja. Toh, beliau bisa sampai dengan selamat di Purwakarta, Subang, Tasikmalaya, Rengasdengklok, Bandung, atau bahkan Jakarta, setelah menempuh perjalanan dari kediamannya di Garut. Sewaktu di Tanah Suci, alhamdulillah beliau pun menjalankan ibadah tanpa kendala berarti dari kondisi fisiknya. Saya kerap membayangkan beliau sebagai ‘pejuang’ yang sesungguhnya. Sampai usianya yang sudah lanjut pun selalu berupaya untuk tidak menyulitkan orang lain, termasuk keluarganya sendiri. Saya percaya, Allah sesungguhnya yang menjaga beliau dalam setiap perjalanan. Apa yang tidak masuk akal (buat saya paling tidak), menjadi mungkin.

my Aki Uju 

Saya juga sangat percaya, doa-doa dari beliau adalah salah satu yang membuat Allah mengizinkan saya pulih kembali. Doa dari hambaNya yang sangat spesial, mungkin. Menurut cerita, Aki datang saat saya tidak sadar dan dalam kondisi kritis. Beliau berdoa dan berdzikir di pojok tangga yang memungkinkannya untuk duduk sedikit agak nyaman. Dan tidak mau pulang saat jam besuk sudah habis, memilih untuk terus mendoakan kesembuhan saya, hingga ikut bermalam di rumah sakit! Beliau sempat berucap, “Biarin, Aki mah di sini aja. Aki mau doain Deasy… nanti kalo malaikat dateng, Aki mau bilang Aki udah tua.. kasian Deasy masih muda. Biar Aki aja yang diambil… nggak papa…”

Satu Pohon Lagi 2

Filed under: CurHat

Ini Smurf bandel. Tidak boleh ditiru, ya… emoticon

www.smurf.com
 

October 24, 2006

Lebaran 2006

Filed under: Berita Terbaru

Alhamdulillah… ketupat opor Lebaran sudah menghuni segenap penjuru perut. Nikmat sekali. Hhm… Selamat Idul Fitri ya. Semoga Allah menerima amalan kita dan berkenan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan mendatang. Dan.. oh,ya.. berikut ketupat opor juga, tentunya! :)

Hhm... sedep banget, daaah!

October 17, 2006

Penutup Hari

Filed under: Bocah, CurHat

Ini tulisan yang gagal di-upload kemarin malam, karena koneksi internet yang sangat dodol:

Semalam, hari saya ditutup dengan kiriman gambar dari Hanan. Waaaaa… senangnya! :D Walaupun agak sedih juga, tidak jadi bersua lebaran nanti. Dia sedang sakit. Huhuhu… :( Cepat sembuh, ya Mbak Hanan.. semoga Adek Haifa tidak perlu ikut ketularan. Eh.. barusan Tante Ades ketemu anak ini di jalan. 

kena cacar air...  

Ah, jadi inget Hanan lagi. Dan Haifa juga, tentunya… Bocah-bocah pencuri hati. Kalian baik-baik, ya.. emoticon

October 14, 2006

silaturahmi.com

Filed under: Sisi Lain

Ramadhan banyak dimanfaatkan untuk beragam keperluan dan keinginan, yang terkadang tidak sempat dilakukan di 11 bulan lainnya. Ibadah, tentu saja. Selain itu, banyak pula yang menjadikannya sebagai waktu yang tepat untuk bersilaturahmi. Saya sendiri sudah dua kali berturut-turut setiap hari Jumat kemarin, mengikuti ritual bubar (=buka bareng). Pertama dengan teman-teman kuliah, kedua dengan teman-teman SMA. Senaaaaang sekali, bisa punya kesempatan untuk bertemu dengan banyak teman lama.

Ada yang berbeda dari semacam reuni teman lama, beberapa tahun belakangan ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Iya, sarana bersilaturahmi semakin banyak sebenarnya. Jarak dan waktu dipersempit, dengan kemajuan teknologi informasi. Banyak cara untuk mengakses si Anu, secara langsung. Tidak harus lewat Ibu atau keponakannya, yang lebih dulu mengangkat telpon rumah, misalnya. Atau semata mengandalkan kepiawaian Pak Pos mencari alamat saat berkorespondensi dengan sahabat pena (halah!). Saat berkumpul dengan teman SMA kemarin, kami semua mengisi update data pribadi. Saya baru menyadari, tidak ada lagi kolom ‘alamat rumah’ ternyata… Hampir semua identitas pribadi mengawang-awang, di dunia maya. Hhm… bagaimana dengan 10 tahun ke depan, ya? emoticon

weh_weh_weh 

Reuni 1990-an: Nama/Alamat Rumah/Telp.Rumah/Telp.Kantor

  • Fulanah
  • Jl.Meong No.42, RT 002/RW005 (belakang pasar Inpres), Kel.Sawah
  • 021-456xxxx
  • 021-871xxxx

Reuni 2000-an: Nama/No.HP/E-mail/Y!M/Friendster/Blog/Website

  • Fulanah
  • 081x-x1234x
  • fulanah@ngibul.com
  • si_anah
  • www.friendster.com/si_anah
  • si_anah.blog_anu.com
  • www.asik-asik-aja.com

October 3, 2006

Jamur Merang Suti

Filed under: Suti

Suti pulang dari pasar tadi pagi. Saya menyambut dengan gembira, mengetahui ada pesanan spesial saya yang termasuk dalam belanjaannya.

Mbak, ini mau diapain?" Suti bertanya. Saya menoleh ke arahnya. Ia melanjutkan, "Jamur merang, mau diapain sih?"

"Ngapain beli jamur merang?" Saya bingung. emoticon

"Lho, tadi pesen kan?" Suti membuka dompet dan mencari kertas catatan dengan tergesa. Hap! "Ini dia, tulisan Mbak Deasy tadi…." Suti membaca dengan keras dan spontan tergelak. "Laaaah…. aku kirain jamur merang!" emoticon Suti pun tidak berhenti tertawa.

Jambu merah! Iya, saya mencoba untuk rutin mengkonsumsi jus buah. Hidup sehat, ceritanya INSAP. Hampir setiap hari kami membuat jus buah, campuran dari berbagai macam buah yang ada di kulkas. Nah, jambu kelutuk merah itu salah satu yang membuat campuran jus menjadi manis, wangi dan berwarna menarik. Apa daya, jus hari ini terpaksa tanpa jambu merah. Oh, Suti… emoticon






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

b i s m i l l a h . . .
Daisypath PicDaisypath Ticker